Ads Top

Temuan Janggal di Vila Rusak Sukabumi, Ada Satu Peti Uang Mainan


Sebuah Villa di kawasan Cikole, Kota Sukabumi, hancur. Polisi menemukan sekotak uang mainan atau uang kertas Rp 100.000 palsu yang diisi styrofoam. Berdasarkan informasi yang diterima, lokasi ditemukannya uang mainan atau uang palsu tersebut tepatnya di Jalan Subang Jaya Wetan RT 08/05, Kelurahan Subangjaya, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, Jumat malam (1/5/2024). Tak hanya uang palsu yang ditemukan, vila tersebut juga dirusak. menelusuri situasi, kondisi vila yang ditinggalkan. Dua petugas Polsek Cikole terlihat melakukan olah TKP. Selain itu, masih ditemukan pecahan kecil pecahan kaca dan jejak kaki di TKP.

 

Syarif Sutendi (63), selaku pemilik vila, mengatakan, Kamis (4/1) dini hari, sekitar lima pria berniat menyewa rumahnya selama dua hari satu malam. Mereka sepakat dengan Syarif bahwa mereka akan merayakannya keesokan harinya.

 

“Ini sebenarnya villa yang saya sewa di aplikasi, tapi salah satu pemiliknya menghubungi saya pada Kamis (4/1) sekitar pukul 13.00. \'Pak, apakah vilanya kosong hari ini?\' \'Kosong,\' Saya ingin menggunakan kata itu, mengapa saya mengatakannya? “Dengan maksimal lima orang, kita ada acara yang akan bermalam dan besoknya ada acara,” kata Syarif mengulangi perbincangannya dengan pemilik rumah. Yang mengejutkan, pada Jumat (1/5/2024) ia mendapat kabar dari RT setempat bahwa rumahnya telah dirusak. Bahkan kaca dari lemari televisi dan kayu dari pintu pecah berserakan. Ketakutannya bertambah ketika mendapat kabar ada uang di brankas vila dan tempat tidur tergeletak di lantai.

 

“Saya juga terkejut. Saya bilang padanya jangan menyentuhnya, jangan membersihkannya. “Saya tinggal di Bekasi, sekitar jam 10 pagi, saya naik angkutan umum untuk sampai ke sini pada sore hari,” ujarnya. “Saya lihat saat polisi membukanya ternyata uang kosong sejumlah Rp 100.000. Saya pergi menemui pemilik rumah, jangan ribut karena ini kediaman pesantren, bagus dan tertata. lingkungan. Menurut analisanya, pintu (rusak) itu bisa menjadi ritual untuk bisa mengumpulkan beberapa koin untuk dikunci. Syarif melanjutkan, “Rusak dan tidak bisa kita pukul, lalu kacanya pecah, itu saja (kerusakannya).” Akibat kejadian tersebut, ia dikenakan denda sekitar Rp 2 juta dan berencana melapor ke polisi pada Sabtu (1/6/2024). Polisi sedang menyelidiki kerusakan dan tuntutannya berlipat ganda 

 

Kapolsek Kota Kompol Cikole Sukabumi Cepi Hermawan mengatakan, penemuan uang hilang bermula dari kabar kerusakan vila. Setelah melakukan olah TKP, ia menemukan kaca dan pintu studio TV telah rusak. “Saat anggota ingin melihat agama lain, mereka menemukan kotak berukuran 1 meter x 20 sentimeter dan sepertinya ada uang hilang di gereja sebesar Rp 100.000. Kami bawa ke kantor,” kata Cepi. Tidak diketahui siapa yang melakukan kejahatan ini. Pasalnya, jelasnya, pemilik rumah dan penghuni rumah hanya berkomunikasi melalui telepon. Timnya terus mengusut berbagai dugaan pencucian uang mainan.

 

“Memang benar kami sedang menyelidiki perusakan ini dan kami berupaya mencari orang yang mengambil uang palsu ini. Ia berkata, “Mungkin saat ini tidak ada bukti pencucian uang, karena kami hanya menemukan uang kosong, namun tidak menutup kemungkinan para korban akan memberitahu kami di kemudian hari.”


Sebuah Villa di kawasan Cikole, Kota Sukabumi, hancur. Polisi menemukan sekotak uang mainan atau uang kertas Rp 100.000 palsu yang diisi styrofoam. Berdasarkan informasi yang diterima, lokasi ditemukannya uang mainan atau uang palsu tersebut tepatnya di Jalan Subang Jaya Wetan RT 08/05, Kelurahan Subangjaya, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, Jumat malam (1/5/2024). Tak hanya uang palsu yang ditemukan, vila tersebut juga dirusak. menelusuri situasi, kondisi vila yang ditinggalkan. Dua petugas Polsek Cikole terlihat melakukan olah TKP. Selain itu, masih ditemukan pecahan kecil pecahan kaca dan jejak kaki di TKP.

 

Syarif Sutendi (63), selaku pemilik vila, mengatakan, Kamis (4/1) dini hari, sekitar lima pria berniat menyewa rumahnya selama dua hari satu malam. Mereka sepakat dengan Syarif bahwa mereka akan merayakannya keesokan harinya.

 

“Ini sebenarnya villa yang saya sewa di aplikasi, tapi salah satu pemiliknya menghubungi saya pada Kamis (4/1) sekitar pukul 13.00. \'Pak, apakah vilanya kosong hari ini?\' \'Kosong,\' Saya ingin menggunakan kata itu, mengapa saya mengatakannya? “Dengan maksimal lima orang, kita ada acara yang akan bermalam dan besoknya ada acara,” kata Syarif mengulangi perbincangannya dengan pemilik rumah. Yang mengejutkan, pada Jumat (1/5/2024) ia mendapat kabar dari RT setempat bahwa rumahnya telah dirusak. Bahkan kaca dari lemari televisi dan kayu dari pintu pecah berserakan. Ketakutannya bertambah ketika mendapat kabar ada uang di brankas vila dan tempat tidur tergeletak di lantai.

 

“Saya juga terkejut. Saya bilang padanya jangan menyentuhnya, jangan membersihkannya. “Saya tinggal di Bekasi, sekitar jam 10 pagi, saya naik angkutan umum untuk sampai ke sini pada sore hari,” ujarnya. “Saya lihat saat polisi membukanya ternyata uang kosong sejumlah Rp 100.000. Saya pergi menemui pemilik rumah, jangan ribut karena ini kediaman pesantren, bagus dan tertata. lingkungan. Menurut analisanya, pintu (rusak) itu bisa menjadi ritual untuk bisa mengumpulkan beberapa koin untuk dikunci. Syarif melanjutkan, “Rusak dan tidak bisa kita pukul, lalu kacanya pecah, itu saja (kerusakannya).” Akibat kejadian tersebut, ia dikenakan denda sekitar Rp 2 juta dan berencana melapor ke polisi pada Sabtu (1/6/2024). Polisi sedang menyelidiki kerusakan dan tuntutannya berlipat ganda 

 

Kapolsek Kota Kompol Cikole Sukabumi Cepi Hermawan mengatakan, penemuan uang hilang bermula dari kabar kerusakan vila. Setelah melakukan olah TKP, ia menemukan kaca dan pintu studio TV telah rusak. “Saat anggota ingin melihat agama lain, mereka menemukan kotak berukuran 1 meter x 20 sentimeter dan sepertinya ada uang hilang di gereja sebesar Rp 100.000. Kami bawa ke kantor,” kata Cepi. Tidak diketahui siapa yang melakukan kejahatan ini. Pasalnya, jelasnya, pemilik rumah dan penghuni rumah hanya berkomunikasi melalui telepon. Timnya terus mengusut berbagai dugaan pencucian uang mainan.

 

“Memang benar kami sedang menyelidiki perusakan ini dan kami berupaya mencari orang yang mengambil uang palsu ini. Ia berkata, “Mungkin saat ini tidak ada bukti pencucian uang, karena kami hanya menemukan uang kosong, namun tidak menutup kemungkinan para korban akan memberitahu kami di kemudian hari.”

No comments:

Powered by Blogger.